December 28, 2012

Tiga Senyum


Kemarin lusa, saat itu aku tersenyum membaca sederet kalimat yang kau kirim. Aku merasa bahagia. Tak peduli seberapa singkatnya, bagiku itu istimewa. Terima kasih.

:)

Dan kemarin ketika aku kembali melihatmu—meski masih maya. Keunikanmu. Caramu bicara. Caramu mengeluh. Aku bertaruh aku mengetik deretan kalimat itu dengan bibir yang kutarik sempurna. Aku tersenyum.

:)

Entah ini akan lama, entah hanya sementara. Aku tidak tahu. Aku hanya senang kamu kembali. Tak peduli apa pun yang berubah. Aku tak lagi menginginkan apa pun. Aku hanya ingin… kamu. Kembali aku tersenyum karena beberapa pertanyaanmu.

:)

Tiga senyum yang aku lakukan. Terima kasih. Sekuat apa pun aku bertahan, tetap… hati yang berontak. Tetap, aku masih menginginkan kastil kita. Walau tak harus membangunnya, aku masih ingin melihatnya.



Love,

Rika

Friends

Minggu tenang ini aku……… sama-sekali-belum-tenang. Mikirin UAS nanti, bingung belajarnya gimana. Kenapa bingung? Aku juga nggak tau kenapa, ha-ha-ha. Aku malah leyeh-leyeh tiap hari, online, makan, tidur, nonton tv, dst. HAHAHA nista banget.

Nggak tau kenapa dari kemarin nonton film, pasti nangis. Yeah, crybaby. Kemarin aku nonton K-ON The Movie dan dengan mudahnya aku nangis pas momen Houkago Tea-Time tampil di kelas, rasanya… langsung kangen SMA, walaupun di kampus juga rasanya nggak jauh beda sama SMA, tapi tetep. Ribuan kenangan itu ada di bangku sekolah. Dan aku sadar pertemanan itu penting dan… indah!

K-ON The Movie—HTT lagi tampil di kelas
Hari ini aku juga nangis gara-gara nonton Wild Child (lagi). Mau ditonton berkali-kali juga nggak akan bosen. Habisnya… Emma Roberts cantik, sih. Aku nangis pas sidang kehormatan waktu Poppy mau dikeluarin dari sekolah. Then she have the great friends! Pertemanan itu natural, kamu bisa bilang dia nyebelin awalnya tapi liat suatu saat kalian bakal jadi sahabat yang close banget. Catet, itu belum pasti, cuma pengalaman yang aku pernah rasain aja. Uhuk!

Emma Roberts, aaaaak!
It's the times they're so crazy! :P

For my bestfriend........ Anywhere!

When we first talked to each other
I knew we would always be friends.

Our friendship has kept on growing
And I'll be here for you to the end.

You listen when I have a problem
And help dry the tears from my face.
You take away my sorrow
And put happiness in its place.

We can't forget the fun we've had
Laughing 'til our faces turn blue.
Talking of things only we find funny
People think we're insane-If they only knew!

I guess this is my way of saying thanks
For catching me when I fall.
Thanks once again for being such a good friend
And being here with me through it all.


—Rachel Ellis

December 26, 2012

100 Love Sonnets


“I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride: I love you in this way because I do not know any other way of loving but this, in which there is no I or you, so intimate that your hand upon my chest is my hand, so intimate that when I fall asleep your eyes close.” 

 Pablo Neruda, 100 Love Sonnets

December 23, 2012

OK

Nggak, aku nggak apa-apa kok. Aku meramaikan diri sendiri biar nggak begitu banyak meracau ini itu. Aku sedih. Terus apa gunanya hal-hal yang belakangan ini aku lakuin? Nope. Jadi percuma senjata, tameng, atau meriam buat pertahanin semuanya. Toh kastilnya hancur juga. Kastil yang aku banggain, yang aku jaga supaya tetep utuh, ternyata hancur gitu aja. Iya, hancur dan aku masih ada di dalemnya. Nggak didengar. Aku masih sayang tapi percuma. Bla-bla-bla mungkin dengungan lebah lebih bisa didengar daripada aku. Tapi Tuhan lebih bisa dengar dan bisa lebih tahu. Aku percaya. Jadi… live must go on. Keep believing.

December 22, 2012

Selamat Hari Ibu, Ma.


Aku nulis postingan ini sambil kriyep-kriyep matanya. Semalem baru nyampe Cilegon jam 12 dan nyampe rumah jam setengah 1. Asli enam jam dari Jakarta ke Cilegon itu bukan hal yang menyenangkan hati. Kesel pake banget. Membusuk di bis. Jadi tolong jelaskan lagi kenapa jalan tol bukan lagi jadi jalan bebas hambatan? Tolong-jelaskan-sedetail-detailnya.

Semalem nyampe Cilegon dijemput Babah. Pas masuk mobil aku langsung ngeluh, “Lama bisnya! Macet Bah.” eh Babah malah jawab, “Yang penting sehat, kan?” aku diem, ngangguk, terus salim. Aku sehat kok, Bah. Insya Allah selalu sehat. Beli nasi goreng dulu, soalnya Mama nggak masak. Harus ngisi rapot banyak jadi nggak sempet masakin apa-apa. Nggak apa-apa, Ma. Aku cuma mau pulang kok. Masakinnya besok-besok aja. Pas nyampe rumah langsung di sambut, Mama belum tidur. Maaf Ma jadi nungguin sampe larut malem gara-gara aku kelamaan di jalan.

Hari ini hari ibu, ya? Tanggal 22 Desember, pas banget aku pulang. Tapi sebenernya kan hari Ibu itu setiap hari. Emang kalian sayang Ibu cuma pas tanggal 22 Desember? Kan nggak. Aku ganti baju, langsung makan ditemenin sama Mama. Babah juga nemenin. Udah lama nggak ditemenin kayak semalem. Rasanya… seneng-pake-banget. Mesti deh kalo aku pulang pasti mereka kumpul terus nanya-nanyain ini itu. Ditanyain gimana makannya, tidurnya, kuliahnya, temennya, dll. Aku cerita aja. Cerita semuanya. This home :)

Tahun-tahun sebelumnya aku selalu ngecewain Mama setiap hari ibu, soalnya pas banget terima rapot, dan… rapot aku kan standar-standar aja, nggak pernah ada wow-nya, kecuali pas SD sampe kelas 1 SMA, mulai kelas 2 SMA rapot aku itu nggak oke, jelek-tapi-nggak-pake-banget. Nah mulai masuk kuliah, aku selalu berusaha lakuin yang terbaik buat Mama, buat Babah juga. Dari awal kuliah aku punya tekad, aku kuliah milih jurusan ini buat Mama sama Babah, bukan karena Mama sama Babah. Karena kata ‘karena’ itu pasti butuh alasan, tapi kalo ‘buat’ itu dari hati, ikhlas, tanpa paksaan. Kalian serahin semua keputusan ke aku. Kalian udah percaya sama aku, aku harus pake kepercayaan kalian sebijak-bijaknya. Aku mau bikin kalian bangga suatu saat nanti, atau bahkan hari ini. Karena aku nggak tau apa yang bakal aku dapet hari ini. Yang jelas aku harus selalu bersyukur.

Sosok Mama buat aku itu penting. Aku butuh bukan sekedar butuh. Aku butuh segalanya dari Mama, yang utama adalah doa dan kasih sayangnya. Embel-embelnya sih ya… masalah materi. Tapi nggak munafik, kan? Kita semua masih butuh semua itu dari Mama. Mama yang masih nopang hidup kita. Kalo nggak ada beliau, kita mau jadi apa? Bahkan kita nggak akan jadi manusia kalo nggak ada Mama.

Tadi pagi aku udah ngucapiiin sambil cium. Awalnya aku suruh adek aku yang paling bontot, si Ica. Aku bisikin gini, “Ca, cium Mama deh” dia nurut dan langsung cium pipi Mama sambil bilang, “Ma, sini… kaya di my efliting” (maksudnya iklan Bebelac) :P aku langsung bilang ‘Selamat Hari Ibu’, Mama jawab, “Oh iya Mama lupa, hehe…

Selamat hari Ibu, Ma. Semoga aku bisa banggain Mama. Kalo kado, aku belum bisa ngasih sesuatu yang berharga buat Mama. Tapi aku pasti mampu, Ma. Suatu saat nanti.

Ma, maaf kalo aku masih rajin bikin Mama marah atau kesel, masih suka bandel, masih suka bohong kalo kepepet, dan banyak kesalahan aku lainnya.

今日は母の日です。
私たちは母さんを心から愛していた。
(Today is Mother's Day. We loved mother dearly.)


December 20, 2012

Angela Aki - Tegami ~Haikei Juugo no Kimi e~


アンジェラ·アキ
Angela Aki


「手紙 ~拝啓 十五の君へ~」
Tegami ~Haikei Juugo no Kimi e~」


拝啓この手紙読んでいるあなたは
Haikei kono tegami yondeiru anata wa
Kepada Kamu, yang membaca surat ini
どこで何をしているのだろう
Doko de nani wo shite iru no darou
Di mana kamu dan apa yang sedang kamu lakukan sekarang?

十五の僕には誰にも話せない悩みの種があるのです
Juugo no boku ni wa dare ni mo hanasenai Nayami no tane ga aru no desu
Kepada diriku saat 15 tahun. Ada benih kecemasan yang aku tidak bisa katakan pada siapa pun

未来の自分に宛てて書く手紙なら
Mirai no jibun ni atete kaku tegami nara
Jika surat itu ditujukan kepada diriku di masa depan
きっと素直に打ち明けられるだろう
Kitto sunao ni uchiake rareru darou
Pasti aku bisa benar-benar menceritakan rahasiaku pada diriku sendiri

今負けそうで泣きそうで
Ima makesou de nakisou de
Sekarang, tampaknya aku akan dikalahkan dan menangis
消えてしまいそうな僕は
Kieteshimaisouna boku wa
Untuk seseorang yang tampaknya akan menghilang
誰の言葉を信じ歩けばいいの?
Dare no kotoba wo shinjiarukeba ii no?
Kata-kata siapa yang harusnya kamu percaya?

ひとつしかないこの胸が何度もばらばらに割れて
Hitotsu shikanai kono mune ga nandomo barabara ni warete
Hanya satu-dan hanya hati ini yang telah sakit berkali-kali
苦しい中で今を生きている
Kurushii naka de ima wo ikiteiru
Di tengah rasa sakit ini
今を生きている
Ima wo ikiteiru
Aku hidup saat ini

拝啓ありがとう十五のあなたに伝えたい事があるのです
Haikei arigatou juugo no anata ni Tsutaetai koto ga aru no desu
Kepada Kamu, terima kasih. Aku mempunyai sesuatu untuk diceritakan pada Kamu saat 15 tahun

自分とは何でどこへ向かうべきか問い続ければ見えてくる
Jibun to wa nani de doko e mukau beki ka Toitsudzukereba mietekuru
Jika kamu terus bertanya apa dan ke mana kamu harus pergi. Kamu bisa melihat jawabannya

荒れた青春の海は厳しいけれど
Areta seishun no umi wa kibishii keredo
Lautan yang keras semasa muda mungkin sulit
明日の岸辺へと夢の舟よ進め
Asu no kishibe e to yume no fune yo susume
Tapi esok, dayunglah perahu mimpimu ke arah pantai

今負けないで泣かないで
Ima makenai de nakanai de
Sekarang, tolong jangan kalah dan jangan meneteskan air mata
消えてしまいそうな時は
Kieteshimaisouna toki wa
Sebelum saat-saat ketika kamu tampaknya akan menghilang
自分の声を信じ歩けばいいの
Jibun no koe wo shinjiarukeba ii no
Hanya percaya pada (suara) dirimu sendiri

大人の僕も傷ついて眠れない夜はあるけど
Otona no boku mo kizutsuite nemurenai yoru wa arukedo
Bagi saya yang telah dewasa, ada saatnya tidak bisa tidur malam ketika terluka
苦くて甘い今を生きている
Nigakute amai ima wo ikiteiru
Tetapi kehidupan ada kalanya pahit dan manis

人生の全てに意味があるから
Jinsei no subete ni imi ga arukara
Ada banyak arti untuk segalanya dalam kehidupan
恐れずにあなたの夢を育てて
Osorezu ni anata no yume wo sodatete
Jadi bangunlah mimpimu tanpa rasa takut

Lalala Lalala Lalala
Keep on believing
Lalala Lalala Lalala
Keep on believing, keep on believing, keep on believing

負けそうで 泣きそうで
Makesou de nakisou de
Sekarang, tampaknya aku akan dikalahkan dan menangis
消えてしまいそうな僕は
Kieteshimaisouna boku wa
Untuk seseorang yang tampaknya akan menghilang
誰の言葉を信じ歩けばいいの?
Dare no kotoba wo shinjiarukeba ii no?
Kata-kata siapa yang harusnya kamu percaya?

ああ負けないで泣かないで 
Aa makenai de nakanai de
Tolong jangan kalah dan jangan meneteskan air mata
消えてしまいそうな時は
Kieteshimaisouna toki wa
Sebelum saat-saat ketika kamu tampaknya akan menghilang
自分の声を信じ歩けばいいの
Jibun no koe wo shinjiarukeba ii no?
Hanya percaya pada (suara) dirimu sendiri

いつの時代も悲しみを
Itsu no jidai mo kanashimi wo
Tidak peduli kita hidup di zaman apa
避けては通れないけれど
Sakete wa toorenai keredo
Tidak ada yang melarikan diri dari kesedihan
笑顔を見せて
Egao wo misete
Jadi tunjukanlah senyummu
今を生きていこう
Ima wo ikite yukou
Dan terus hidup saat ini
今を生きていこう
Ima wo ikite yukou
Terus hidup saat ini

拝啓この手紙読んでいるあなたが
Haikei kono tegami yondeiru anata ga
Kepada Kamu, yang membaca surat ini
幸せな事を願います
Shiawase na koto wo negaimasu
Aku harap kamu bahagia


Kanji : JPOPASIA
Roomaji : @rikananami
Translate : @rikananami

Choukai



Kebetulan itu nggak ada, semua udah ada yang ngatur. Dan kemarin aku belajar satu hal penting. Kalo kita harus selalu ngucapin terima kasih setiap hari. Terima kasih untuk hari ini, untuk kemarin, untuk seterusnya. Bersyukur buat setiap nikmat yang kita terima setiap harinya.

Dan kemarin kuliah choukai waktunya nyanyi, sengaja sih kata senseinya buar refreshing mau UAS—ehm nggak kerasa udah mau UAS. Jadi sejenis missing lyrics gitu, sumpah ini yang aku tunggu-tunggu sebenernya :P

Sensei pake lagu dari ost. Colorful, anime yang kemaren tayang di XXI Plaza Senayan cuma dua hari (ada di postingan ini). Lagunya Angela Aki, judulnya Tegami ~Haikei Juugo no Kimi e~. Aku kaget pas sensei ternyata pake lagu itu, aku baru download pagi sebelum kuliah choukai itu, eh ternyata dinyanyiin bareng pas sorenya. Rasanya… melayang-layang, nggak sih nggak gitu sebenernya. Aku belum sempet liat arti liriknya, soalnya sekarang aku kalo nyari lirik pasti kanjinya dulu, buat belajar kok biar lebih biasa liat tulisan kotak-kotak penuh goresan itu. Sensei ngasih lirik beserta artinya juga, kita sekelas disuruh nyanyi bareng, lagunya tuh… mending denger sendiri aja. Penuh arti, penuh makna, penuh air mata (serius aku udah berkaca-kaca pas nyanyi itu). Artinya dalem banget, habis postingan ini aku posting liriknya.

Dan seakan-akan choukai kemaren itu choukai terakhir (sebenernya iya). Habis denger plus nyanyiin lagu itu bareng-bareng, sensei ngasih beberapa petuah, aku diem, ngena, langsung bisu. Sensei ngucapin sepatah-dua patah kata soalnya udah penghujung pertemuan. Dia kasih masukan, semangat, nasihat, pengalaman berharga pokoknya yang kita bisa ambil dari lagu tadi. Intinya kita harus tetep jalani hidup, nggak pake ngeluh, walaupun tau bakal ada pahit dan manisnya, nggak boleh gampang nyerah, dan satu hal kita harus percaya sama diri kita sendiri. Percaya kalo kita mampu, itu harus. Dan satu hal yang aku tanemin sekarang, aku harus percaya sama diri sendiri, segala hal yang berkaitan sama aku cuma diri aku dan Tuhan yang tau, terserah orang lain mau bilang apa, tapi aku nggak nutup telinga juga. Diri aku ya aku yang tau, orang lain boleh bilang aku dari A sampe Z tapi aku punya pegangan sendiri, yang tau cuma aku dan Tuhan.

Terakhir sensei bilang, “Selamat menempuh UAS dan persembahkan nilai terbaik buat orang tua kalian atau orang-orang yang sudah mendanai kalian buat kuliah.” Jleb. Dor. Dor. Aku langsung nahan-nahan diri biar nggak nangis, ujungnya nitik juga walaupun dikit. Sensei iseng banget malah nanya aku kenapa. Aku malu lah. Sebenernya sih… aku sedih banget, inget orang tua, sedih jauh dari mereka, inget nilai Bunpou yang siang dibagiin (itu… ngecewain), dan kangen rumah banget. Tapi untung bisa tahan, malu kalo sampe nangis. Padahal ada juga kok yang nangis :’)

Ini semua karna mata kuliah choukai sama Eky-sensei. I don’t know how to describe her, Eky-sensei ini dosen yang banyak ngasih pengalaman dan masukan buat aku—mungkin buat temen-temen yang lain juga. Seneng aja choukai sama dia, rame gila. Walaupun suka bikin nge-blank kalo dia nanya tiba-tiba. Overall, selalu seru kok sama sensei! Aku ngucapin terima kasih banget selama ini udah bimbing aku dan temen-temen yang lain. Semua yang pernah sensei bilang aku nggak akan lupa, aku bakal terus inget, buat UAS besok… semoga aku bisa pertahanin nilainya. Amin ya Allah. Aku selalu berusaha. Aku mau banget ikutin cara sensei biar bisa ke Jepang. Aku selalu inget kata-kata itu. Aku dan yang lain pasti berusaha :)

先生に色々教えて貰いました。
先生の授業は楽しいです。
ありがとうございます。

Dan hari ini, tadi pagi bener-bener pertemuan choukai yang terakhir. Sedih tapi ada senengnya juga. Nyampur deh. Makasih banyak banget ya Eky-sensei. Bye-bye lab Q yang penuh penghuni, dari awal masuk lab itu udah ada cerita aja (postingan yang ini). Ketemu di choukai II ya! Bareng sama anak kelas C lagi! AKU MAUNYA KELAS C! Amin ya Allah :’)

Bangku nomor 14, sampingan sama Anne—Ne, bakal kangen sampingan lagiiii, choukai II sampingan lagi! :P—di depan aku ada Hani sama Rahmy, di belakang aku ada Weni sama Annisa, deretan samping kiri ada Dita. Aku mau sama kalian lagi kelasnya :’)

Waktu Choukai

Ini meja aku. Itu Hani, paling narsis :P
Aku ngikut aja diajakin :P
Narsis lagi :P

Jadi postingan perpisahan, kan… padahal niatnya nggak gitu kok :|