September 25, 2010

YURI (LESBIAN)

gini lho, saya posting ini tengah malem sendirian dikamar (terus kenapa?)
ya nggak apa-apa, sekedar memberitahu (gak penting tau!)
terus juga ya, saya tuh mau ulangan biologi, bahasa arab, terus bahasa inggris (ya terus?)
nggak apa-apa juga sih (dasar manusia nggak jelas!)

pertama, definisi yuri sendiri adalah hubungan sesama jenis perempuan, untuk lebih dalamnya saya tidak tahu (ehm walaupun saya adalah ex-yuri dan itupun tidak sengaja atau ter-ehm ya sudah ini masalah pribadi). yuri itu digunakan untuk menggantikan kata lesbian atau malah arti lain dari lesbian sering dipakai dalam anime (kartun jepang) atau manga (komik jepang). yah lesbian, taulah pasti apa artinya.

sekali lagi, bukannya menyindir atau menghina atau apalah kesamaan dua kalimat itu, saya disini dan posting hal seperti ini cuma sekedar memberi informasi walaupun kesannya sok ceramah dan sok 'mengatur kehidupan orang lain'.

sejak saya terbelit masalah 'itu', yang menyangkut tentang yuri. dari situ saya banyak belajar. belajar mendengarkan orang lain. belajar menahan emosi. belajar tentang kehidupan, dari persahabatan, percintaan, permusuhan, kecemburuan, dan lain sejenisnya.

saya belajar mendengarkan orang lain yang memberi banyak nasehat buat saya. walaupun dia cuma bilang "hey yuri itu nggak baik lho, jauhin deh" sampai ada yang menjabarkan kesalahan dari yuri sendiri. yup benar, kesalahan dari yuri. maaf sebelumnya bagi pencinta yuri yang (jika) membaca tulisan ini. bukan kok bukan karena apa-apa, bukan karena saya benci kalian (yang menyukai yuri), bukan juga saya mau menyadarkan kalian (karena saya tahu itu sangat sulit), sekedar info kecil dari jari-jari kecil saya saja.

sebelum menjabarkan lebih jauh, lebih baik mengetahui arti dari istilah berikut dulu daripada nanti repot membacanya. saya artikan sendiri menurut menelitian saya.
  • seme : istilah untuk menyebutkan lelaki-nya dalam hubungan sesama jenis (baik lesbi maupun homo)
  • uke : istilah untuk menyebutkan wanita-nya dalam hubungan sesama jenis (baik lesbi maupun homo)

yup benar sekali. yuri itu salah, apapun alasannya. entah lebih suka liat wajah imut cewek-cewek (bagi para seme), lebih suka lihat cewek tomboy (bagi para uke), pernah tertimpa hubungan tidak baik atau bahkan buruk dengan laki-laki, atau memang dari sananya lesbian. saya nggak tahu dan saya nggak mau tahu karna saya bukan 'pencampur urusan orang lain'. yuri itu salah. tapi para yurier (lhoh?) maksudnya si lesbian ini malah memutar balikan fakta agar mereka terkesan benar dan tidak salah memilih jalan menjadi yuri. mengatasnamakan cinta dan sebagainya. begini, nanti di masa yang akan datang (wuuh? bahasanya!)  kita para wanita diharuskan menikah dengan laki-laki, bukan dengan wanita. sudah perintah dari Allah dan jelas-jelas tertulis didalam Al-Qur'an (saya menyebutkan itu karna saya adalah muslim). dan logikanya, untuk apa ada laki-laki kalau wanita dan wanita boleh berpasangan (menikah), kalau begitu didunia ini lebih baik jangan ciptakan laki-laki, kan sayang tuh mubazir. walaupun saya tahu sendiri kalian berfikir kaum laki-laki itu kejam, jahat, bisanya cuma menyakiti dan apalah keburukan laki-laki dimata kalian lainnya. kalau mereka itu takdir kita ya haruskah melawan? melawan takdir sama saja hal yang sia-sia. tapi kembali lagi ke pribadi masing-maisng dan saya angkat tangan tak akan ikut campur. saya senyum dulu deh ya :) hehehe. itulah pembelajaran saya, mendengarkan orang lain. orang lain itu jangan langsung kita judge sebagai pencampur urusan pribadi mereka adalah pembawa informasi untuk kita. saya, yang tadinya nggak tahu jadi tahu. karena saya mendengarkan mereka. saya nggak menutup telinga dan hati saya. saya buka, toh itu demi kebaikan saya nantinya. walaupun saya harus menyakiti ehm cukup, ini pribadi lagi.

belajar menahan emosi. ini hanya bumbu di permasalahan. jika di kedua pihak masih ada api yang membara (puitis banget deh!) masalah hanya akan bertambah semakin rumit. tenanglah dan sabar, walau lama menunggu, ya namanya juga sabar. redam emosi dan jangan terpancing atau malah ter-adu domba oleh pihak ketiga.

belajar tentang kehidupan. lebih memahami kehidupan kita. kita hidup bukan cuma untuk satu hal, banyak hal yang harus kita lakukan. mengenai banyak hal tentunya persahabatan, percintaan, bahkan permusuhan. menurut saya, tiga hal itu sangatlah erat. seperti kata banyak orang, sahabat bisa jadi cinta, cinta bisa jadi musuh, dan musuh bisa menjadi sahabat. itu segitiga kehidupan. pahamilah hidupmu sendiri. warnai hidupmu sendiri. nggak ada yang bisa mengubah kehidupan kamu kalau bukan kamu sendiri yang mengubahnya (halah bahasanya tinggi banget!).

lewat tulisan saya ini, sekali lagi saya tekankan, SAYA NGGAK BERMAKSUD MENYADARKAN KALIAN PARA YURI. ini info kecil dan terserah mau dibaca atau nggak. mulai muncul keegoisan saya, ini blog saya dan saya berhak menulis apa saja, ya kan? *dihajar*

maaf jika tulisan saya mengundang emosi kalian. redamlah emosi itu dan bicarakan baik-baik dengan saya di sini atau di sini. sekali lagi, saya mohon maaf jika menyinggung untuk yang tersinggung.

2 komentar:

Marisa Roti said...

kenapa harus tersinggung? Rika punya pendapat, Marisa punya pendapat, semua orang punya pendapat, selama Indonesia masih berjudul negara demokrat semua orang bebas berpendapat.

jadi bolehkah gua berpendapat? tentu boleh. namanya juga demokrasi.
elu mengaku sebagai ex-yuri. alias mantan lesbi? percaya atau enggak, istilah itu ga akan bisa muncul semudah membalikan telapak tangan, menjadi lesbian itu ga mudah, apalagi berhentinya.
kita kan masih remaja nih yeee ceritanya, kita masih ga tau apa orientasi seksual kita sbenarnya, mungkin elu memang lebih cenderung hetero bukan lesbi. masa-masa lu berhubungan sama cewek itu cuma kekhilafan masa muda semata.
inti nya sih gua juga ga ngerti, emang jari gue gatel aja pengen komen.

hehehe piss ahk.

Rika Priwantina said...

kan siapa tau aja ada yang tersinggung terus ngomel-ngomel gitu deh dibelakang. kan repot tuh di gosipin, kalo sampe terkenal kan gawaaaat XD XD

boleh lah tentu aja boleeeeeh ^__^
istilah lesbi saya sandang sejak januari 2010, nah gelar ex-lesbi muncul sekitar bulan mei 2010. tapi selama 4 bulan itu saya juga nggak tau deh beneran lesbi atau nggak XD XD
buktinya selama 4 bulan itu saya masih suka sama yang namanya laki-laki hiahahaha XD XD dan akhirnya bisa jadian sama tuh laki-laki di bulan juni (curhat rik? hahaha) sementara pasangan lesbi saya (dulu) sampe sekarang masih ber-lesbi ria, entah dia beneran lesbi atau pelampiasan aja. nggak ngerti.
mungkin bener ya kata Marisa, itu kekhilafan masa muda.

hehehe nggak apa-apa kali Marisa ^__^ malah seneng deh dikomen Marisa *pelukpeluk* hahaha